Perpustakaan Keliling Diluncurkan, Dorong Budaya Literasi Santri di Pesantren At-Tawazun

Upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan pesantren terus dilakukan. Direktorat Kesantrian Pondok Pesantren At-Tawazun resmi meluncurkan program Perpustakaan Keliling pada Selasa (17/02) di kompleks pesantren. Peluncuran ini dihadiri Direktur Kesantrian Ust. Muhammad Subhan,SE, Kepala Bidang Pengembangan Bakat Ust. Dede Rusdiyanto, SE, serta Dewan Asatidz dan Asatidzah.

Program ini dirancang untuk mendekatkan akses buku kepada santri melalui layanan mobilisasi koleksi bacaan ke asrama dan ruang belajar, sehingga membaca dapat menjadi kebiasaan harian.

Kepala Bidang Pengembangan Bakat, Ust. Dede Rusdiyanto, menegaskan bahwa perpustakaan keliling bukan sekadar penyedia buku, tetapi bagian dari strategi pembinaan intelektual santri.

“Kami ingin memastikan buku hadir lebih dekat dengan santri. Harapannya, minat baca tumbuh alami dan menjadi budaya di pesantren,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan literasi menjadi fondasi penting untuk membentuk santri yang tidak hanya kuat dalam keilmuan agama, tetapi juga luas wawasan dan siap menghadapi perkembangan zaman.

Momentum peluncuran ini juga dimanfaatkan Direktur Kesantrian, Muhammad Subhan, untuk mengajak dewan guru berpartisipasi dalam gerakan literasi. Melalui pesan yang dibagikan kepada whatsapp group At-Tawazun, ia membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menyumbangkan buku bacaan.

“Bagi yang hendak mendonasikan buku bacaannya, insyaallah tim siap menjemput,” tulisnya.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun gerakan literasi kolaboratif antara pesantren dan dewan guru.

Program ini mendapat sambutan positif dari para santri. Salah satu santri kelas IX MTs, Arbinta, mengaku senang karena akses buku kini semakin mudah.

“Dengan perpustakaan keliling, kami jadi lebih mudah mencari buku bacaan. Semoga koleksinya semakin banyak supaya kami bisa lebih rajin membaca,” ungkapnya.

Peluncuran Perpustakaan Keliling diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekosistem literasi di lingkungan pesantren sekaligus mendorong lahirnya generasi santri yang gemar membaca, berpengetahuan luas, dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga :   Bupati Subang Hadiri Pelepasan Jamaah Calon Haji Kloter 14 KJT, Salah Satu Jamaah dari KBIHU At-Tawazun Kalijati