Program Ta’lim Ramadhan di Pondok Pesantren At-Tawazun Terpadu kembali digelar sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan selama bulan suci. Kegiatan ini diikuti santri kelas VII hingga XII dengan sistem kajian kitab kuning berjenjang sesuai tingkat pendidikan.
Kepala Salafiyah, Hisyam Subketi, menjelaskan bahwa Ta’lim Ramadhan dirancang untuk memaksimalkan waktu santri dalam memperdalam ilmu agama sekaligus membentuk akhlak. Pembelajaran berlangsung intensif pada pagi hari pukul 09.00–11.30, sore setelah Ashar hingga menjelang berbuka, serta malam setelah Tarawih sampai pukul 23.30. Selain kajian kitab, program juga dipadukan dengan tahsin Al-Qur’an yang dibimbing guru tahfidz.
Materi yang diajarkan meliputi Kitab Wasoya untuk kelas VII sebagai dasar akhlak, Taisir al-Khalaq untuk kelas VIII tentang etika pelajar, Ta’limul Muta’allim bagi kelas IX mengenai adab menuntut ilmu, serta Nashoihul Ibad untuk kelas X sebagai penguatan spiritual. Sementara itu, kelas XI mengkaji Risalatul Muawanah sebagai panduan praktis menuju ketakwaan, dan kelas XII mempelajari Mukhtashor Ihya’ Ulumuddin guna memperdalam hakikat ibadah dan pembersihan jiwa.
Lebih lanjut, Hisyam menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas pengajian, melainkan pembinaan terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas ibadah santri di bulan Ramadhan, menanamkan adab dan akhlakul karimah, memperdalam pemahaman kitab kuning sesuai jenjang, serta membentuk generasi santri yang alim, berakhlak, istiqamah, dan memiliki kedalaman tasawuf.
Ia berharap melalui Ta’lim Ramadhan, para santri tidak hanya memperoleh tambahan ilmu, tetapi juga mengalami transformasi spiritual yang nyata. Ramadhan diharapkan menjadi madrasah ruhaniyah yang menempa jiwa, memperhalus akhlak, serta menguatkan komitmen dalam menuntut ilmu sebelum kembali mengabdi di tengah masyarakat.
Ta’lim Ramadhan Berjenjang, Pesantren At-Tawazun Perkuat Ilmu dan Akhlak Santri
