Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd., menyerahkan bantuan beasiswa santri dan program inkubasi bisnis pesantren kepada Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun Kalijati, Abina Dr. KH. Musyfiq Amrullah, Lc., M.Si., Kamis pagi (08/12).
Penyerahan bantuan berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren At-Tawazun, Kecamatan Kalijati, dan menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mendorong penguatan pendidikan santri serta kemandirian ekonomi pesantren.
Dalam sambutannya, H. Badruzaman menegaskan bahwa pesantren harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di bidang teknologi. Ia mengingatkan agar santri tidak menutup diri terhadap kemajuan teknologi dan dunia digital, termasuk industri kreatif seperti game dan aplikasi.
“Pesantren tidak boleh tertinggal oleh percepatan teknologi. Santri harus adaptif, menguasai teknologi, namun tetap menjunjung tinggi adab dan akhlak,” ujar Badruzaman.
Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar melahirkan generasi yang tidak hanya kuat secara akidah, tetapi juga inovatif dan produktif di era digital. Ia bahkan berharap lahir karya-karya santri yang berdampak luas bagi umat.
“Bukan tidak mungkin, santri pesantren kelak menciptakan aplikasi atau game yang mengingatkan manusia kepada Allah SWT, Rasulullah, dan kepedulian terhadap alam,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun, KH. Musyfiq Amrullah, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dukungan Kementerian Agama Kabupaten Subang terhadap pesantren.
“Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan santri dan mengembangkan kemandirian pesantren. InsyaAllah akan kami kelola secara amanah dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Subang, KH. Ahmad Sobari Al-Fauzi, S.Pd.I., M.Pd.I., turut memberikan motivasi kepada para santri Pondok Pesantren At-Tawazun. Ia mengajak santri untuk percaya diri menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri pesantren.
“Santri harus yakin bahwa pesantren adalah tempat lahirnya para pemimpin. Kuasai ilmu agama, perkuat akhlak, dan jangan takut bersaing di dunia modern. Santri hari ini adalah penentu masa depan umat dan bangsa,” pesannya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Subang, Drs. H. Hasanudin, M.M., jajaran Forum Pondok Pesantren Kabupaten Subang, serta keluarga besar Pondok Pesantren At-Tawazun.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bendahara Forum Pondok Pesantren Kabupaten Subang, KH. Asep Jalaludin, S.Ag. Suasana khidmat mengiringi penutup kegiatan, sebagai harapan agar bantuan yang diberikan membawa keberkahan serta menjadi wasilah lahirnya santri-santri yang berilmu, berakhlak, dan mampu berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
Kemenag Subang Serahkan Beasiswa Santri dan Inkubasi Bisnis Pesantren di At-Tawazun
