Awal Ramadhan sering menjadi momen penuh semangat. Banyak orang memulai dengan target besar: khatam Al-Qur’an, tarawih penuh, sedekah rutin, dan bangun sahur tepat waktu. Namun tidak sedikit yang setelah beberapa hari mulai merasa lelah atau kehilangan ritme. Karena itu, penting menyiapkan langkah agar semangat ibadah tetap terjaga sejak hari pertama.
Rasulullah ﷺ, Nabi Muhammad, pernah bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dikerjakan terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa kunci menjaga semangat Ramadhan adalah konsistensi, bukan sekadar gebrakan di awal.
1. Luruskan niat dan buat target realistis
Mulailah Ramadhan dengan niat mencari ridha Allah. Setelah itu, buat target yang masuk akal. Lebih baik sedikit tetapi istiqamah daripada banyak di awal lalu berhenti di tengah jalan.
2. Susun jadwal ibadah harian
Buat pola sederhana: tilawah setelah Subuh, dzikir setelah shalat, sedekah harian, dan evaluasi sebelum tidur. Jadwal membantu ibadah menjadi kebiasaan.
3. Jaga fisik dan pola tidur
Kurang tidur sering menurunkan semangat. Tidur lebih awal, manfaatkan istirahat singkat di siang hari, dan pilih makanan sahur yang cukup energi agar ibadah tetap maksimal.
4. Mulai dari amalan paling mudah
Jika terasa berat, mulai dari yang ringan: membaca beberapa ayat Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, atau shalat sunnah dua rakaat. Amalan kecil yang rutin justru paling menjaga keberlangsungan ibadah.
5. Cari lingkungan yang mendukung
Berkumpul dengan keluarga, teman, atau komunitas yang rajin beribadah akan membantu menjaga motivasi dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Selain itu, Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengingatkan bahwa setiap hari di bulan Ramadhan adalah peluang besar meraih ampunan, sehingga sayang jika semangat hanya bertahan di awal.
Penutup
Menjaga semangat ibadah di awal Ramadhan bukan soal melakukan hal besar sekaligus, tetapi menjaga langkah kecil yang konsisten. Dengan niat yang lurus, jadwal yang teratur, serta motivasi dari ajaran Nabi, insyaAllah Ramadhan dapat dijalani penuh keberkahan dari awal hingga akhir.

