Santri Akhir At-Tawazun Gelar Amaliyah Tadris Perdana, Mengajar IPS dengan Bahasa Inggris

Santri akhir Pondok Pesantren At-Tawazun menggelar Amaliyah Tadris (Praktik Mengajar) perdana pada Senin pagi (26/01) bertempat di Aula Pondok Pesantren At-Tawazun. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan pondok pesantren, dewan guru, serta para santri At-Tawazun.

Pada pelaksanaan perdana tersebut, Dhafi Ahmad Ghifari, santri kelas XII MA At-Tawazun, tampil melaksanakan praktik mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Penampilan ini menjadi bukti nyata kemampuan santri At-Tawazun dalam mengintegrasikan penguasaan materi pelajaran dengan keterampilan bahasa asing.

Amaliyah Tadris (Praktik Mengajar) merupakan program pembelajaran aplikatif yang wajib diikuti oleh santri kelas XII atau santri akhir Pondok Pesantren At-Tawazun sebagai bentuk implementasi ilmu kependidikan dan penguasaan materi yang telah dipelajari selama masa pendidikan di pesantren.

Program ini bertujuan untuk melatih santri agar memiliki kemampuan mengajar yang baik, meliputi perencanaan pembelajaran, penyampaian materi, pengelolaan kelas, serta evaluasi proses belajar mengajar. Melalui Amaliyah Tadris, santri dibimbing untuk menumbuhkan sikap percaya diri, tanggung jawab, kedisiplinan, serta adab sebagai seorang pendidik.

Selain itu, Amaliyah Tadris menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan santri akhir sebagai bekal kesiapan mereka untuk terjun ke masyarakat, baik sebagai pendidik, da’i, maupun penggerak pendidikan Islam di berbagai lingkungan.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun, Abina Dr. KH. Musyfiq Amrullah, Lc., M.Si., menyampaikan bahwa Amaliyah Tadris merupakan momentum penting bagi santri untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.

“Amaliyah Tadris ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ajang untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari di pesantren, sekaligus menguji sejauh mana pemahaman dan penguasaan santri terhadap materi pelajaran,” tutur beliau.

Lebih lanjut, Abi menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih mental santri dalam mengajar, membangun kepercayaan diri, serta menyiapkan santri agar siap tampil dan berperan sebagai pendidik di tengah masyarakat.

Selain itu, Amaliyah Tadris juga menjadi bukti nyata kemampuan santri dalam berbahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa pengantar pembelajaran.

“Ini adalah pembuktian bahwa santri At-Tawazun mampu menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai pengantar dalam berbagai mata pelajaran,” tegasnya.

Abi berharap, melalui Amaliyah Tadris, para santri tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara mental, komunikatif, serta siap mengemban amanah dakwah dan pendidikan di masa depan.

Selain Dhafi Ahmad Ghifari, santri kelas XII MA At-Tawazun, peserta perdana Amaliyah Tadris lainnya adalah Nurlaela Lavenia, santri kelas XII MA At-Tawazun, yang juga tampil melaksanakan praktik mengajar. Pada kesempatan tersebut, Nurlaela mengajar mata pelajaran Nahwu dengan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar pembelajaran.

Penampilan Nurlaela semakin menegaskan capaian pembelajaran santri akhir At-Tawazun dalam penguasaan ilmu keislaman sekaligus kemampuan berbahasa Arab secara aktif dalam proses belajar mengajar.

Sebagai informasi, kegiatan Amaliyah Tadris akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 26 hingga 28 Januari 2026, dan berlangsung pada jam pelajaran pertama hingga terakhir. Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas VII, VIII, dan IX MTs At-Tawazun sebagai peserta didik dalam praktik mengajar santri akhir.

Baca Juga :   At-Tawazun Sport Center Dijadikan Venue Turnamen Olahraga PGRI Kalijati