SUBANG – Pondok Pesantren At-Tawazun menggelar Rapat Dinas yang diikuti oleh seluruh unsur pimpinan dan tenaga pendidik dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungannya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyatukan visi pendidikan, serta meneguhkan kembali amanah guru sebagai pewaris para nabi dalam membimbing generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun tersebut diawali dengan pembukaan oleh Moderator, Ust. Ahmad Nazar Fawaiz, S.H., kemudian dilanjutkan pembacaan tawasul oleh Ust. Ahya Roqi, S.Ag. Setelah itu, masing-masing lembaga menyampaikan laporan perkembangan program dan evaluasi, meliputi MA At-Tawazun, SMA At-Tawazun Terpadu, MTs At-Tawazun, Salafiyah, dan Tahfidz sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus bahan koordinasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.
Dalam arahannya, Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun menegaskan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah mulia yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi Allah SWT. Guru merupakan pewaris tugas para nabi (waratsatul anbiya), yaitu menyampaikan ilmu, membimbing santri menuju kebaikan, serta menjaga mereka dari berbagai pengaruh yang dapat merusak akhlak dan keimanan.
“Keutamaan mendidik dan mengajar merupakan kewajiban sekaligus kemuliaan bagi setiap guru. Tugas guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mendidik akhlak, membimbing kehidupan, dan menjadi teladan bagi para santri. Inilah amanah yang diwariskan para nabi,” tegasnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya mensyukuri setiap nikmat yang Allah SWT berikan. Menurutnya, hakikat syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi diwujudkan dengan memanfaatkan setiap nikmat untuk hal-hal yang diridhai Allah serta menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan rasa bahagia.
Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan hadis Rasulullah SAW tentang tiga amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. Oleh karena itu, setiap ilmu yang diajarkan guru kepada santri merupakan investasi amal jariyah yang akan terus memberikan pahala selama ilmu tersebut diamalkan.
“Ilmu yang kita ajarkan kepada santri akan menjadi amal yang tidak terputus. Karena itu, mari kita mengajar dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan agar menjadi bekal terbaik di hadapan Allah SWT,” ujarnya.
Selain membahas penguatan kualitas pendidikan, rapat dinas juga menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang sehat dan profesional. Menurut Pimpinan Pondok, organisasi dibentuk agar setiap tugas dapat dijalankan secara bersama-sama melalui pembagian tanggung jawab yang jelas, sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif, efisien, dan tidak membebani satu orang saja.
“Organisasi bukan untuk menambah beban, tetapi untuk membangun kerja sama. Dengan saling membantu dan berbagi tugas, setiap amanah dapat diselesaikan secara maksimal tanpa ada yang merasa bekerja sendiri. Sinergi antar lembaga menjadi kunci kemajuan Pondok Pesantren At-Tawazun,” jelasnya.
Pada akhir arahannya, beliau mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat komunikasi, serta memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana berbagi ilmu dan pengalaman positif.
“Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan menjadi bagian dari ibadah dan membawa keberkahan bagi Pondok Pesantren At-Tawazun. Melalui kebersamaan, keikhlasan, dan semangat saling berbagi, insyaAllah pesantren ini akan terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan bermanfaat bagi umat,” pungkasnya.

