SD Plus At-Tawazun Tingkatkan Kapasitas SDM Guru Al-Qur’an melalui Program Tahsin Takhassus Metode Ummi

SUBANG – Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) guru Al-Qur’an, SD Plus At-Tawazun Islamic School menyelenggarakan Program Tahsin Takhassus (Intensif) Metode Ummi yang berlangsung pada 13–21 Juli 2026 di Pondok Pesantren At-Tawazun 2 Sedayu, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. Program ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan tenaga pendidik yang memiliki bacaan Al-Qur’an tartil sesuai kaidah ilmu tajwid sekaligus sebagai pembekalan awal menuju Tashih dan Sertifikasi Guru Al-Qur’an dari Ummi Foundation.

Program yang dilaksanakan selama delapan kali pertemuan tersebut menghadirkan Ust. Syahidinamy, S.Pd., Trainer Ummi Bandung Wilayah Subang, sebagai pemateri. Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimilikinya, para peserta mendapatkan pembinaan secara intensif melalui pendekatan praktis, sistematis, dan terstandarisasi sesuai metode yang dikembangkan oleh Ummi Foundation.

Kepala SD Plus At-Tawazun, Ust. Ihsan Kamil, S.Ud., mengatakan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan bagian penting dalam menjaga mutu pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

“Guru Al-Qur’an harus menjadi teladan dalam bacaan. Oleh karena itu, kami menghadirkan Program Tahsin Takhassus sebagai pembinaan intensif agar para guru memiliki kualitas bacaan yang tartil sesuai kaidah tajwid dan siap mengikuti proses tashih serta sertifikasi dari Ummi Foundation,” ujar Ust. Ihsan.

Ia menjelaskan, Program Tahsin Takhassus memiliki karakteristik yang berbeda dengan kelas reguler karena memberikan pendalaman materi secara lebih spesifik. Program ini ditujukan bagi guru Al-Qur’an maupun peserta yang sedang mempersiapkan diri menjadi pengajar Al-Qur’an atau calon penghafal Al-Qur’an (tahfidz).

“Pembinaan dilakukan dalam kelompok kecil dengan jadwal yang terstruktur sehingga setiap peserta memperoleh pendampingan yang lebih maksimal. Dengan demikian, target bacaan tartil dapat dicapai sesuai standar Metode Ummi,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran menggunakan metode klasikal baca-simak yang dipadukan dengan tujuh tahapan pembelajaran standar Ummi, yaitu pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman konsep, latihan, evaluasi, dan penutup. Pola pembelajaran ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan bacaan Al-Qur’an secara benar dan tartil.

Baca Juga :   KH. Musyfiq Amrullah: Tahun Ini 41 Jamaah Berangkat Haji Bersama KBIHU At-Tawazun, Santri Baru 2025/2026 Siap Kami Terima

Menurut Ust. Ihsan, kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas SDM pendidik sehingga proses pembelajaran Al-Qur’an di SD Plus At-Tawazun dapat terus berkembang sesuai standar mutu Ummi Foundation.

“Kami berharap seluruh guru Al-Qur’an dapat terus meningkatkan kompetensinya sehingga mampu membimbing siswa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. InsyaAllah, guru yang berkualitas akan melahirkan generasi Qur’ani yang cinta Al-Qur’an, berakhlakul karimah, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Usth. Maulida Salamah, mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu baru selama mengikuti Program Tahsin Takhassus Metode Ummi. Menurutnya, pelatihan yang berlangsung selama delapan hari tersebut menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga dalam mempersiapkan diri menjadi guru Al-Qur’an yang profesional.

“Perjalanan delapan hari mengikuti pelatihan Metode Ummi sungguh membuka mata dan hati kami. Banyak sekali koreksi, ilmu, dan standar kualitas yang kami dapatkan untuk mempersiapkan diri menjadi pengajar Al-Qur’an yang berkualitas. Kebersamaan dengan rekan-rekan peserta juga menjadi penyemangat yang luar biasa selama proses pembelajaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa berakhirnya pelatihan bukan berarti proses belajar telah selesai. Justru, seluruh peserta masih memiliki tahapan berikutnya, yaitu menghadapi proses Tashih dan Sertifikasi Guru Al-Qur’an di Bandung.

“Langkah kami belum selesai. Pelatihan ini merupakan ikhtiar terbaik sebelum menghadapi sertifikasi di Bandung. Mari terus meluruskan niat, menjaga hafalan dan kualitas bacaan Al-Qur’an, serta saling mendoakan agar seluruh peserta diberikan kelancaran dan memperoleh hasil terbaik,” tuturnya.

Melalui Program Tahsin Takhassus Metode Ummi ini, SD Plus At-Tawazun Islamic School kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas SDM pendidik sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berkarakter, dan berakhlakul karimah. Diharapkan, para guru yang mengikuti program ini mampu menjadi pengajar Al-Qur’an yang profesional, memiliki bacaan yang tartil sesuai standar Ummi Foundation, serta mampu menularkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada seluruh peserta didik.