Pondok Pesantren At-Tawazun Kalijati Subang melaksanakan kegiatan Dzikir Akbar Asmaul Husna dan Penengokan Santri bulanan periode Mei 2026 yang bertempat di Aula At-Tawazun pada Ahad, 10 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Kecamatan Kalijati, Kapolsek Kalijati, pengurus lingkungan, pengurus yayasan, dewan guru, serta wali santri At-Tawazun.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan sebagai momentum mempererat hubungan antara pondok pesantren, wali santri, dan masyarakat sekitar. Acara diawali dengan pembacaan Dzikir Akbar Asmaul Husna dan Maulid Diba’ yang diiringi oleh tim hadrah Al-Mizan, dilanjutkan dengan sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun serta Kapolsek Kalijati.
Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun, Abina Dr. KH. Musyfiq Amrullah, Lc., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antara dewan guru dan wali santri dalam membangun komunikasi, sinergi, serta kebersamaan untuk mendukung pendidikan para santri di pondok pesantren.
Beliau juga menyampaikan bahwa Dzikir Akbar dan Penengokan Santri merupakan sarana recharge spiritual bagi seluruh keluarga besar At-Tawazun agar senantiasa menguatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta menjaga semangat dalam menuntut ilmu dan beribadah kepada Allah SWT.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap hati para santri, guru, dan wali santri selalu dekat dengan Allah SWT, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang penuh keberkahan, ketenangan, dan semangat dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Kalijati IPTU Budiman, SH., atau yang akrab disapa Abah Budiman dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) secara bersama-sama, terutama di lingkungan pendidikan dan pesantren. Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak, dan cinta terhadap kedamaian.
Ia juga mengajak para santri untuk menjauhi pergaulan negatif, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta penggunaan media sosial yang tidak bijak. Selain itu, para santri diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjaga akhlak, sopan santun, dan nilai-nilai kebersamaan.
“Kami berharap para santri dapat menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan, menghormati sesama, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, penceramah pertama, Ust. Khotibul Umam, Lc., Alumni ke-4 Pondok Pesantren At-Tawazun, menyampaikan pentingnya menuntut ilmu sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat. Menurutnya, ilmu merupakan cahaya yang akan mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah SWT maupun di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak para santri untuk bersungguh-sungguh dalam belajar, menghormati guru, menjaga adab, serta memanfaatkan masa muda dengan hal-hal yang bermanfaat.
“Kesuksesan seorang santri bukan hanya diukur dari kecerdasannya, tetapi juga dari adab, kedisiplinan, dan keikhlasannya dalam menuntut ilmu,” tuturnya.
Sementara itu, Ust. Anto Susanto dalam tausiyahnya mengajak seluruh santri untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua. Salah satu bentuk bakti tersebut adalah dengan belajar sungguh-sungguh dan menjaga amanah orang tua selama mondok di Pondok Pesantren At-Tawazun.
Ia menyampaikan bahwa perjuangan orang tua dalam mendidik dan menyekolahkan anak tidaklah mudah, sehingga sudah sepatutnya para santri membalasnya dengan akhlak yang baik, ketaatan, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu agama maupun ilmu umum.
“Jangan sia-siakan perjuangan orang tua. Jadilah anak yang membanggakan dengan akhlak yang baik, rajin belajar, dan sungguh-sungguh dalam menjalani proses pendidikan di pondok pesantren,” pesannya di hadapan para santri dan wali santri.
Kegiatan Dzikir Akbar Asmaul Husna dan Penengokan Santri ini diharapkan dapat terus mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi antara pondok pesantren, wali santri, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan generasi muda yang religius, berilmu, dan berkarakter.

