Setelah menyelesaikan sidang komprehensif, santri kelas akhir Pondok Pesantren At-Tawazun melaksanakan kegiatan Rihlah Ruhiyah (Ziarah Wali Jawa dan Madura) yang berlangsung pada tanggal 3–7 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan spiritual bagi para santri, sebagai penutup masa pendidikan sebelum melangkah ke jenjang berikutnya. Selain sebagai perjalanan fisik, rihlah ini juga diharapkan menjadi sarana penguatan nilai-nilai ruhiyah, keteladanan, serta kecintaan terhadap para ulama.
Sekretaris Program Niha’i, Ust. Ahmad Nazar Fawaiz, SH., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang mendalam.
“Ziarah ini bukan hanya perjalanan jasmaniah, tetapi juga ruhiyah. Selama ini kita bertawassul kepada para wali Allah, dan pada kesempatan ini para santri dapat berdoa langsung di makam para wali. Harapannya, kita mendapatkan keberkahan serta pelajaran dari perjuangan para wali dalam menyebarkan Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa,” ungkapnya.
Adapun rute ziarah yang dilalui meliputi sejumlah makam ulama dan wali besar, di antaranya: Sunan Gunung Jati (Cirebon), Habib Ahmad Sapuro (Pekalongan), Sunan Kalijaga (Kadilangu, Demak), Raden Fatah (Demak), Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Bonang, Syaikh Asmaroqondi, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Gresik, Sunan Ampel, Syaikh Kholil Bangkalan, serta makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari, dan KH. Wahab Hasbullah.
Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun, di antaranya Abina Dr. KH. Musyfiq Amrullah, Lc., M.Si., serta diikuti oleh Direktur Harian, Direktur Pendidikan, Kepala MA, Kepala Biro Humas, Kepala MTs, Kepala Tahfidz, Ketua Niha’i, dan Majelis Guru At-Tawazun.
Salah satu santri akhir, Muhammad Gilang Ramadhan, menyampaikan kesan dan harapannya terhadap kegiatan ini.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa mengikuti rihlah ini. Ini bukan sekadar perjalanan, tapi juga pengalaman batin yang sangat berharga. Kami bisa lebih dekat dengan sejarah perjuangan para wali dan termotivasi untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam berdakwah dan berbuat kebaikan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu Ustadz pembimbing, Ust. Riko Darma Putra, SE, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter santri.
“Kami berharap rihlah ini tidak hanya menjadi kenangan, tetapi mampu menanamkan nilai-nilai keteladanan para ulama dalam diri santri. Semoga sepulangnya dari kegiatan ini, para santri semakin kuat secara spiritual, berakhlak mulia, serta siap mengabdi dan membawa manfaat di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual, tetapi juga mampu meneladani semangat dakwah, keikhlasan, dan perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam di Nusantara.

