Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren At-Tawazun, Kalijati. Dua santri terbaiknya berhasil terpilih sebagai peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Jakarta, mewakili Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Subang.
Kedua santri tersebut adalah Syahdan Izaru Rafif asal Kecamatan Kalijati dan Sinta Maheswari Saefulloh asal Kecamatan Tambakdahan. Keduanya merupakan siswa MTs At-Tawazun yang berhasil lolos seleksi ketat bersama puluhan peserta lainnya dari berbagai sekolah di Kabupaten Subang.
Berdasarkan hasil seleksi resmi Kwarcab Subang, kegiatan seleksi calon peserta Jamnas 2026 telah dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 di Kwarcab Subang, diikuti oleh 72 peserta yang terdiri dari 31 putra dan 41 putri dari 18 Kwartir Ranting. Dari proses tersebut, terpilih peserta terbaik yang dinyatakan lolos sebagai kontingen cabang Subang.
Keikutsertaan dua santri At-Tawazun ini menjadi prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi pondok pesantren, tetapi juga bagi masyarakat Subang. Jambore Nasional sendiri merupakan ajang pertemuan Pramuka Penggalang tingkat nasional yang menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, serta penguatan wawasan kebangsaan generasi muda.
Kepala MTs At-Tawazun, Ust. Ahmad Nazar Fawaiz, SE, menyampaikan apresiasi dan pesan motivasi kepada para santri yang terpilih.
“Selamat kepada anak-anak MTs At-Tawazun yang terpilih sebagai peserta Jambore Nasional mewakili kontingen Kabupaten Subang. Kalian lolos melalui proses seleksi yang ketat, menandakan bahwa kalian memang layak. Jagalah nama baik sekolah dan pondok, serta berikan yang terbaik untuk kontingen Kabupaten Subang. Buktikan bahwa santri At-Tawazun mampu menjadi pionir dalam bidang kepramukaan di kancah nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Pembina dan Pelatih Pramuka Pondok Pesantren At-Tawazun, Ust. Dede Rusdiyanto, SE asal Sukabumi, turut menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta semangat juang para santri dalam mengikuti setiap tahapan seleksi.
“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi kami. Semoga para santri dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik pondok, serta memberikan yang terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.
Dengan capaian ini, diharapkan para santri mampu memberikan performa terbaik serta membawa nama baik daerah dan lembaga. Prestasi ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berprestasi dan aktif dalam kegiatan kepramukaan hingga tingkat nasional.

