Haflu Takharruj Angkatan 18 At-Tawazun: Abina KH. Musyfiq Amrullah Ajak Santri Terus “Berenang di Samudra Keilmuan”

Pondok Pesantren At-Tawazun menggelar Haflu Takharruj (Prosesi Kelulusan) Santri Kelas Akhir Angkatan 18 Tahun 2026 dengan penuh khidmat dan haru. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asda III Kabupaten Subang, Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Subang, Sekretaris MUI Kabupaten Subang, Pengurus Yayasan At-Tawazun, Dewan Guru At-Tawazun, serta tamu undangan lainnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, orator ilmiah KH. Jamaluddin F Hasyim selaku Ketua Kodi DKI Jakarta menyampaikan bahwa pondok pesantren merupakan garda terdepan dalam mencetak ulama serta generasi bangsa yang berilmu dan berakhlak mulia. Menurut beliau, pesantren memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus membentuk karakter generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai agama di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun, Abina Dr. KH. Musyfiq Amrullah, Lc., M.Si., menyampaikan sejumlah pesan penuh makna kepada santri kelas akhir Angkatan 18. Beliau mengajak seluruh santri untuk senantiasa bersyukur karena telah menyelesaikan proses pendidikan hingga kelas akhir dan memperoleh ilmu yang bermanfaat selama mondok di At-Tawazun.

Abina juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren At-Tawazun hingga selesai. Selain itu, beliau turut memohon maaf atas segala kekurangan, baik dalam pelayanan, sarana prasarana, maupun proses pendidikan selama santri belajar di pesantren.

Dalam pesannya, beliau menegaskan agar para santri menjaga kemuliaan diri dengan ilmu dan akhlak yang telah diperoleh selama mondok. Menurutnya, orang yang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Santri juga diminta untuk bangga menjadi penuntut ilmu agama karena tidak semua orang diberikan kesempatan untuk mempelajari ilmu agama secara mendalam.

Baca Juga :   Pesantren Adalah Opsi Terbaik, Pondok Pendidikan Era Modern Part 2

Beliau mengingatkan bahwa tujuan utama menuntut ilmu bukan hanya menjadi pribadi yang pintar, tetapi menjadi pribadi yang benar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Karena itu, para santri diminta untuk tidak pernah merasa puas terhadap ilmu yang dimiliki saat ini.

“Teruslah berenang di samudra keilmuan. Dengan ilmu, seseorang akan mampu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” pesan beliau kepada para santri akhir.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan data capaian santri Angkatan 18. Jumlah santri yang bertahan hingga kelas akhir tercatat sebanyak 59 santri dari total awal 142 santri saat kelas VII tahun ajaran 2020–2021. Hal tersebut menjadi bukti proses panjang pendidikan dan pembinaan yang telah dilalui selama enam tahun di Pondok Pesantren At-Tawazun.

Selain itu, sejumlah santri juga berhasil mencatatkan prestasi hafalan Al-Qur’an di atas 3 juz. Di antaranya Ahmad Rafasha dengan capaian 9 juz, Luna Agnia Habilah dan Keysha Rubina Maulidina Ridwan masing-masing 7 juz, serta beberapa santri lainnya dengan capaian 4 hingga 6 juz.

Prestasi akademik santri juga terlihat dari keberhasilan beberapa lulusan diterima di perguruan tinggi negeri maupun luar negeri. Beberapa di antaranya diterima melalui jalur SNBP dan SPAN-PTKIN di Universitas Singaperbangsa Karawang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Siber Syekh Nurjati, hingga Politeknik Negeri Subang. Bahkan salah satu santri, M. Zaky Ramdani, melanjutkan studi ke Universitas Al Azhar Mesir.

Hingga tahun 2026, Pondok Pesantren At-Tawazun tercatat telah meluluskan sebanyak 1.174 alumni dari Angkatan 1 sampai Angkatan 18. Hal tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam mencetak generasi yang unggul dalam ilmu, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.