Lautan Lilin Iringi Refleksi Enam Tahun Santri Pondok Pesantren At-Tawazun Angkatan Ke-18

Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti kegiatan refleksi enam tahun santri kelas akhir Pondok Pesantren At-Tawazun Angkatan ke-18 dalam acara “Lautan Lilin” yang digelar sebagai momentum muhasabah dan perpisahan santri akhir bersama para guru dan pimpinan pondok.

Kegiatan yang dipenuhi cahaya lilin tersebut menjadi simbol perjalanan panjang para santri selama enam tahun menimba ilmu, menempa akhlak, dan menjalani kehidupan pesantren di bawah bimbingan para asatidz dan pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun.

Acara dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun, Abina Dr. KH. Musyfiq Amrullah, Lc., M.Si., Majelis Guru, Direktur Pendidikan, Direktur Kesantrian, serta kepala sekolah di lingkungan At-Tawazun. Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan emosional, terutama saat penyampaian pesan-pesan dari Abi kepada santri kelas akhir.

Dalam pesannya, Abina Dr. KH. Musyfiq Amrullah, Lc., M.Si., menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh santri apabila selama proses pendidikan masih banyak kekurangan, termasuk sarana dan prasarana pondok yang belum sepenuhnya terpenuhi.

“Abi meminta maaf apabila selama enam tahun ini belum bisa menjadi guru yang sempurna bagi kalian. Masih banyak kekurangan dalam fasilitas maupun pelayanan pendidikan di pondok ini,” ungkapnya dengan penuh haru.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menghargai perjuangan para ulama dan orang-orang saleh terdahulu, termasuk perjuangan Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Nusantara. Menurutnya, para santri harus melanjutkan perjuangan tersebut dengan menjaga ilmu, akhlak, dan nilai-nilai pesantren.

Abi juga berpesan agar seluruh amaliyah dan kebiasaan baik yang telah dibiasakan selama mondok tetap dijaga ketika para santri telah kembali ke masyarakat.

“Jangan tinggalkan amaliyah pesantren. Tetap jaga shalat berjamaah, dzikir, ngaji, dan adab yang telah diajarkan di pondok. Itulah identitas santri,” pesannya.

Baca Juga :   Pemotongan Hari Kedua Kurban di Ponpes At-Tawazun: 3 Ekor Sapi, 2 Domba, dan Semangat Berbagi

Tak hanya itu, beliau menekankan pentingnya menjaga nama baik Pondok Pesantren At-Tawazun di mana pun berada. Ia juga menyampaikan bahwa santri kelas akhir yang mampu bertahan hingga penghujung pendidikan merupakan “saripati” dari proses panjang dan seleksi alam selama enam tahun mondok.

Sementara itu, perwakilan santri kelas akhir, Muhammad Elnuen Zahavi, turut menyampaikan permohonan maaf kepada Abi dan seluruh dewan guru atas segala kesalahan dan kekhilafan selama menjadi santri di Pondok Pesantren At-Tawazun.

Dalam suasana penuh haru, ia juga mengenang berbagai pengalaman, kebersamaan, suka dan duka selama menjalani kehidupan di pesantren bersama para sahabat dan guru.

Acara refleksi ditutup dengan prosesi tashafahah antara santri kelas akhir dengan Abi, para guru, dan seluruh hadirin. Tangis haru pun pecah mengiringi momen saling memaafkan dan doa bersama sebagai penutup perjalanan enam tahun para santri Angkatan ke-18 di Pondok Pesantren At-Tawazun.