Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Warnai Porseni Ke-21 Pondok Pesantren At-Tawazun

SUBANG – Suasana penuh semangat, sportivitas, dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Ke-21 Pondok Pesantren At-Tawazun yang digelar pada 18–24 Juli 2026 di lingkungan Pondok Pesantren At-Tawazun, Kalijati, Kabupaten Subang. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan potensi, menyalurkan bakat, serta mempererat ukhuwah Islamiyah melalui berbagai cabang olahraga dan seni.

Selama sepekan pelaksanaan, panitia menghadirkan beragam perlombaan yang tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga kreativitas, kerja sama, dan mental para peserta. Pada kategori santri putri, cabang yang diperlombakan meliputi Estafet Balon, Story Telling, Sing a Song, Estafet Air Sarung, Makeup, Badminton, Lomba Kreasi Dessert dan Minuman, Kaligrafi, Cosplay, Stand Up Comedy, Tarik/Jarah Bola, Hadang, Belut, Lomba Tari, Futsal, Animal Friend, Kipas Ikan, Miss At-Tawazun, Horor Show, Bola Voli, Ranking 1, hingga Syahril. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan malam penutupan Porseni yang diikuti seluruh peserta dan panitia.

Salah seorang peserta, Kresna, santri Kelas XI SMA At-Tawazun, mengaku antusias mengikuti Porseni tahun ini. Ia berpartisipasi dalam tiga cabang perlombaan, yakni bola voli, futsal, dan CCIQ.

Menurut Kresna, persiapan yang dilakukan bersama tim tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga memperkuat kekompakan antarpemain agar mampu memberikan penampilan terbaik saat bertanding.

“Sebelum bertanding kami rutin berlatih bersama untuk membangun kekompakan tim. Dengan kerja sama yang baik, kami berharap dapat memberikan penampilan terbaik di setiap pertandingan,” ujarnya.

Meski menargetkan hasil terbaik, Kresna menegaskan bahwa nilai sportivitas tetap menjadi prioritas utama selama mengikuti kompetisi.

“Target kami tentu ingin meraih hasil yang terbaik. Namun yang lebih penting adalah menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding,” katanya.

Baca Juga :   Pengabdian Santri Pondok Pesantren At-Tawazun melalui Program Kuliah Subuh di Wilayah Kalijati

Bagi Kresna, keseruan berbagai perlombaan menjadi daya tarik tersendiri dalam Porseni. Ia berharap seluruh peserta dapat berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan sikap jujur, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan.

“Saya berpesan kepada teman-teman yang ikut bertanding agar selalu mengutamakan sportivitas, bermain dengan adil, jujur, dan tetap menjaga persaudaraan meskipun sedang berkompetisi,” ungkapnya.

Sebagai santri kelas akhir, Kresna mengaku bahagia sekaligus terharu karena Porseni Ke-21 menjadi kesempatan terakhir baginya mengikuti ajang olahraga dan seni di Pondok Pesantren At-Tawazun.

“Saya sangat senang karena ini merupakan Porseni terakhir yang saya ikuti sebagai santri At-Tawazun. Semoga kegiatan ini terus menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan bakat, mempererat persaudaraan, dan menciptakan kenangan indah selama mondok,” tuturnya.

Semangat yang sama juga dirasakan oleh Husna Almira Salsabila, santriwati Pondok Pesantren At-Tawazun yang mengikuti cabang estafet balon dan bulu tangkis. Menurutnya, Porseni bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk membangun kekompakan, kerja sama, dan rasa percaya diri.

“Saya sangat senang bisa mengikuti Porseni tahun ini. Melalui berbagai perlombaan, saya belajar bahwa untuk meraih kemenangan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga membutuhkan kekompakan dan kerja sama yang baik antaranggota tim,” ujarnya.

Husna menjelaskan bahwa sebelum pertandingan seluruh anggota tim menjalani latihan secara rutin di bawah arahan ketua kelompok agar lebih siap menghadapi perlombaan.

“Sebelum bertanding kami berlatih dengan sungguh-sungguh sesuai arahan ketua tim. Latihan tersebut membuat kami lebih siap dan semakin kompak sehingga dapat memberikan penampilan terbaik saat bertanding,” katanya.

Meski memiliki target menjadi juara, Husna menilai bahwa semangat sportivitas harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap pertandingan.

Baca Juga :   14 Manfaat Anak Masuk Pondok Pesantren, Bekal Dunia dan Akhirat

“Kami tentu ingin meraih juara dan menjadi yang terbaik. Namun yang paling penting adalah berusaha semaksimal mungkin serta tetap bermain dengan jujur dan sportif,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Porseni sebagai momentum mempererat persaudaraan antarsantri.

“Saya berpesan kepada teman-teman agar mengikuti setiap perlombaan dengan sungguh-sungguh, tetap menjunjung tinggi sportivitas, dan memanfaatkan Porseni sebagai kesempatan untuk saling mengenal serta mempererat silaturahmi, termasuk dengan kakak-kakak kelas yang sebelumnya belum pernah kami temui,” tuturnya.

Bagi Husna, keikutsertaannya dalam Porseni Ke-21 menjadi pengalaman yang sangat berkesan selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren At-Tawazun.

“Porseni tahun ini memberikan pengalaman yang sangat istimewa bagi saya. Saya bisa mencoba hal-hal baru, menambah teman, belajar bekerja sama, dan memperoleh pengalaman berharga yang akan selalu saya kenang selama menjadi santri di Pondok Pesantren At-Tawazun,” pungkasnya.

Selama pelaksanaan Porseni, panitia juga mengimbau seluruh peserta untuk hadir 15 menit sebelum perlombaan dimulai, menjaga ketertiban, mematuhi peraturan pertandingan, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas, kedisiplinan, dan kebersihan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Porseni Ke-21 tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi seluruh santri. Melalui setiap pertandingan dan perlombaan, para peserta belajar tentang arti kerja keras, tanggung jawab, disiplin, kejujuran, dan kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang menjadi esensi Porseni di Pondok Pesantren At-Tawazun, yakni mencetak generasi yang sehat jasmani, kuat mental, berprestasi, serta tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah dan ukhuwah Islamiyah.