Porseni Ke-21 At-Tawazun Resmi Digelar, Siapkan Santri Berprestasi, Sportif, dan Berkarakter

SUBANG – Semangat sportivitas dan ukhuwah Islamiyah mewarnai pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Ke-21 Pondok Pesantren At-Tawazun yang digelar di Aula Pondok Pesantren At-Tawazun, Kalijati, Kabupaten Subang, Sabtu pagi (18/07). Kegiatan tahunan ini menjadi ajang bagi para santri untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga dan seni sekaligus membentuk karakter yang tangguh dan berakhlakul karimah.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun, Abina Dr. KH. Musyfiq Amrullah, Lc., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa olahraga dan seni merupakan bagian penting dalam proses pendidikan santri. Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan teladan agar umat Islam memiliki fisik yang kuat dan sehat.

“Porseni bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam. Justru Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memiliki fisik yang kuat dan sehat. Beliau menganjurkan agar anak-anak diajarkan berenang, berkuda, dan memanah sebagai bekal untuk membentuk generasi yang tangguh. Kita ingin mempersiapkan generasi yang kuat, karena kekuatan merupakan salah satu modal penting agar umat Islam mampu menjadi umat yang unggul. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah,” tutur Abi.

Selaras dengan pesan tersebut, Ust. Asep Diana, alumni Angkatan XI Pondok Pesantren At-Tawazun asal Jatiroke, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, yang juga dikenal memiliki hobi bermain biliar, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah dipersiapkan secara matang agar mampu menampilkan kemampuan terbaiknya selama mengikuti Porseni.

“Kami melakukan persiapan secara bertahap dan terukur, baik dari segi fisik, teknik, maupun mental. Para santri mengikuti latihan rutin setelah kegiatan belajar formal. Selain meningkatkan kemampuan di bidang olahraga dan seni, mereka juga dibiasakan menjaga kesehatan serta stamina. Yang paling utama, setiap latihan selalu diawali dan diakhiri dengan doa agar seluruh ikhtiar yang dilakukan bernilai ibadah dan memperoleh keberkahan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Baca Juga :   SD Plus At-Tawazun Hadirkan Pendidikan Berkarakter dan Tahfidz Qur’an Melalui Pembiasaan Baik Sejak Dini

Menurut Ust. Asep, manfaat Porseni tidak hanya dirasakan dari sisi kebugaran jasmani, tetapi juga mampu membentuk mental santri agar lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Melalui olahraga, santri dilatih memiliki tubuh yang sehat, kuat, dan bugar. Sementara dari sisi mental, mereka belajar membangun rasa percaya diri, melatih konsentrasi, serta mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan pertandingan maupun saat menerima hasil kompetisi. Inilah keseimbangan yang ingin dibangun agar santri tidak hanya unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga kuat secara fisik dan psikologis,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa terdapat tiga nilai utama yang menjadi ruh dalam pelaksanaan Porseni Ke-21, yaitu kedisiplinan dan kerja keras, ukhuwah Islamiyah, serta kejujuran dan integritas.

“Kami ingin para santri memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, tetapi melalui proses latihan yang konsisten. Kompetisi ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan untuk mencari permusuhan. Dan yang terpenting, menang dengan cara yang jujur jauh lebih mulia daripada meraih kemenangan melalui kecurangan,” tuturnya.

Dalam setiap pertandingan, para peserta juga terus diingatkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

“Di atas lapangan kita memang rival, tetapi di luar lapangan kita tetap saudara. Santri kami ajarkan untuk menghormati keputusan wasit, menghargai kemampuan lawan, serta tidak berlebihan ketika meraih kemenangan. Kami selalu menanamkan nilai tawadhu saat menang dan tabah saat kalah. Jika menang hendaknya bersyukur, dan jika kalah dijadikan bahan evaluasi tanpa kehilangan semangat,” katanya.

Menutup wawancaranya, Ust. Asep berharap seluruh peserta dapat menjadikan Porseni sebagai ajang pembelajaran, bukan sekadar perlombaan untuk mengejar gelar juara.

“Saya berharap seluruh santri dapat memberikan penampilan terbaik dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab. Jadikan Porseni sebagai momentum untuk belajar, menggali potensi diri, dan menempa karakter. Kalah ataupun menang adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Namun pengalaman, persahabatan, serta karakter tangguh yang terbentuk selama Porseni merupakan piala sesungguhnya yang akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” pungkasnya.

Baca Juga :   Besok, Direktorat Pendidikan At-Tawazun Melaksanakan Raker

Melalui Porseni Ke-21, Pondok Pesantren At-Tawazun kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muslim yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga sehat jasmani, kuat mental, berprestasi, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas, ukhuwah Islamiyah, dan akhlakul karimah.